Legenda Gua Jepang Dan Gua Belanda Di Bandung , Berani ?

Categories: Bandung Tourism

bandungadvertiser.com – Dago Pakar yang terletak di daerah Bandung Utara memang memiliki banyak opsi tempat wisata yang hanya berada di satu kawasan saja. Dengan demikian, kalian para pengunjung yang datang pun jadi tidak perlu susah-susah lagi bepergian jauh ke mana-mana kan? Cukup berkeliling di sini dan nikmati berbagai pilihan wisata lainnya.

Kalau artikel sebelumnya, kita membahas tentang tempat-tempat yang agak basah dan berair, nah, sekarang kita bahas tempat yang cukup gelap, lembab, dan juga memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Kira-kira apakah tempat itu?

Yap! Kalau kalian menjawabnya dengan Gua, maka tepat sekali. Sebab di Kawasan Taman Hutan Raya Djuanda pun memiliki dua buah Gua yang sangat kaya akan nilai sejarah. Untuk itu, tanpa basa-basi, kita ulas di sini.

ANDA BERANI WISATA GELAP-GELAPAN DI BANDUNG?

Gua Jepang

Di Taman Hutan Raya Djuanda, ada salah satu Gua bernama Gua jepang. Tempat ini memang peninggalan bangsa Jepang saat menjajah tanah air kita tercinta. Sebenarnya, di Indonesia sendiri, terdapat banyak Gua Jepang yang tersebar. Salah satunya memang ada di sini.

Gua jepang dibuat pada sekitar tahun 1942-1945 oleh bangsa Indonesia kala itu yang dipaksa untuk melakukan Romusha. Gua ini pada zaman dulu, digunakan oleh bangsa Jepang guna menyimpan cadangan senjata, barang persediaan logistik, dan juga untuk komunikasi menggunakan radio.

Alasan kenapa ada Gua Jepang di Bandung, sebab pada masa dulu kota ini menjadi markas untuk kantor besar (bunsho) di Jawa Barat. Bandung pun dulu dikenal sebagai sentra penahanan bagi para tawanan perang milik mereka yang banyak diisi oleh para warga sipil. Pada saat Jepang berkuasa pun, Hutan Raya ini menjadi teritori yang rahasia dan tidak dapat diakses secara umum seperti sekarang.

Di dalam Gua ini pun terdapat empat pintu, dan juga empat kamar yang digunakan untuk para panglima dari tentara Jepang beristirahat dulu. Suasana seperti lembab, dan juga gelap menambah kesan Gua yang kuat di tempat ini, serta ditambah dengan hanya da beberapa lorong untuk ventilasi udara pada beberapa sudutnya. Gua ini pun dibiarkan alami seperti apa adanya sejak tahun 1945 lalu.

Berhubung tempat ini sangat gelap, para penduduk lokal pun menyediakan jasa untuk penyewaan alat penerangan dengan kisaran biaya Rp, 5.000. Bagi kalian yang takut kebingungan saat memasuki tempat ini, mereka pun menyediakan jasa pendamping atau Guide dengan biaya sekitar Rp. 25.000.

Di atas Gua ini pun banyak dihiasi berbagai pohon yang tinggi menjulang dan hidup ratusan tahun lamanya. Jadi, jangan heran bila kemudian akar mereka mampu untuk menerobos ke dalam batuan Gua yang sangat keras. Gua ini pun memiliki kesan yang gelap dan angker, sebab konon pada masa pembuatannya dulu banyak tahanan yang meninggal karena tidak kuat dengan siksaan yang diterimanya. Oleh karena itu, memasuki tempat ini pun akan serasa memasuki penderitaan para korban yang membuatnya.

baca juga Cari Espresso Double Shot Di Bandung ? Check This Out

Legenda Gua Jepang

Gua Belanda

Terdapat Gua lain pula yang berdekatan jaraknya dengan Gua Jepang, yakni Gua Belanda. Keduanya hanya memiliki jarak sekitar 400 Meter saja. Di sepanjang jalan menuju tempat ini pun ada beberapa pedagang yang siap mengobati rasa lelah dan lapar anda sementara. Suasana yang sejuk diiringi bentangan pohon yang hijau membuat anda pasti nyaman sekali untuk sedikit beristirahat sebelum memasuki Gua Belanda.

Cerita sejarah yang bersebaran tentang Gua Belanda adalah pada zaman dahulu, saat mereka berkuasa, kawasan dari Taman Hutan Raya ini merupakan pegunungan yang terhampar dari Barat sampa ke Timur dan merupakan sebuah tangki alami air guna cadangan musim kemarau. Maka dari itu, tahun 1918, dibangun sebuah PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air Bengkok pada DAS atau Daerah Aliran Sungai di Cikapundung yang berada di hutan ini.

Legenda Gua Jepang Dan Gua Belanda Di Bandung , Berani ? PLTA tersebut pun memiliki panjang sekitar 114 Meter, dengan lebar sekitar 1,8 Meter yang disebut juga sebagai PLTA pertama di Indonesia yang memiliki pula terowongan melewati perbukitan batu.

Terowongan tersebut memang pada awalnya diproyeksikan sebagai sarana penyaluran air, akan tetapi enam tahun berselang tempat itu beralih fungsi menjadi Gua. Pihak Belanda pun menggunakan Gua ini sebagai benteng dan juga markas perang milik mereka.

Tinggi Gua yang mencapai 3,2 meter, dibantu dengan 2 pintu untuk masuk dan jaringan sebanyak 15 lorong membuat tempat ini semakin cocok untuk mereka gunakan guna kebutuhan peperangan. Terdapat pula sebuah pos untuk mengawasi daerah mereka. Begitulah terowongan ini pun berubah nama menjadi Gua Belanda.

baca juga Sudah Pernah Berlibur Ke Hutan Indah Kebanggaan Kota Bandung ?

Di dalam sini pun anda dapat menemukan sebuah, troli rel untuk kebutuhan penyaluran barang, dan juga sebuah ruangan yang digunakan sebagai stasiun radio yang menghubungkan Hindia-Belanda sebab letak mereka yang tersembunyi semakin bagus untuk menghadangnya dari serangan musuh. Sayang, menurut kabar yang berkembang, Radio ini dalam penggunaanya dulu belumlah optimal.

Akses ke Gua Belanda dan Jepang

Jika anda penasaran dan ingin berkunjung ke tempat ini, anda hanya tinggal mengikuti papan penunjuk jalan yang tersebar di kawasan Taman Hutan Raya Djuanda guna memudahkan pengunjungnya mencapai tempat bersejarah ini.

Itulah ulasan tentang Gua Jepang dan Belanda yang terdapat pada kawasan wisata Taman Hutan Raya Djuanda di Dago Pakar, Bandung. Jadi, siap juga untuk wisata gelap-gelapan kan? Legenda Gua Jepang Dan Gua Belanda Di Bandung , Berani ?