Sebagai seorang manusia biasa, seseorang yang sudah mahir atau menguasa publik speaking tetap saja melakukan kesalahan.

 Kesalahan ini biasanya terjadi spontanitas dan tidak bejalan sesuai dengan keinginan publik speaker tersebut.

Dari kesalahan-kesalahan tersebut, kita perlu belajar agar hal itu tidak terulang kembali.

dibawah ini beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para public speaker saat tampil di depan umum

HInts:

Untuk anda yang ingin kursus public speaking terutama dalam bahasa inggris , lister memberikan pelatihan khusus

silahkan klik pada link diatas

Gagap dan Gugup

gagap biasanya terjadi ketika seorang public speaker kehilangan ide atau kehilangan kendali saat melakukan presentasi, bukan hanya itu saja hal ini juga menyebabkan public speaker tersebut menyampaikan poin yang sama sebelumnya.

Beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi adalah suasana yang kurang mendukung, kurang fit dan lain sebagainya.

Suasana yang kurang mendukung berupa suasana tempat yang kurang nyaman, interaksi para pendengar dan lain sebagainya.

Sedangkan kurang fit lebih ke persiapan jasmani public speaker tersebut.

Gugup juga merupakan kesalahan umum yang dilakukan dalam public speaking, walaupun sudah melakukan latihan, namun nyatanya kesalahan ini tidak bisa dihindari.

Gugup dapat mempengaruhi suasana publik speaking .

Orang yang sedang gugup biasanya akan kehabisan materi dan tidak tau apa yang akan di sampaikan selanjutnya

Monoton

Monoton dalam hal ini artinya acara public speaking yang sedang berlangsung hanya datar-datar saja, tidak menarik minat para pendengar terhadap acara tersebut.

kesalahan seperti sangatlah fatal karena ini bisa merusak reputasi orang yang membawakan acara tersebut.

Monoton juga bukan hanya berfokus  pada materi yang disampaikan, karena nada suara yang datar atau monoton juga berpengaruh dalam melakukan public speaking.

Low energy

Low energy yang dimaksudkan adalah berbicara terlalu pelan dan hal ini tentunya akan menurunkan konsentrasi para pendengar saat anda melakukan presentase.

 Dengan kualitas suara yang sangat minim, maka kemampuan audiens untuk menangkap apa yang dilakukan juga akan minim.

Selain itu, low energi yang dialami seorang public speaker juga akan menurunkan kualitas public speaker itu sendiri.

Suara-suara yang berada di sekitar area acara juga akan bergabung bersama suara yang dikeluarkan oleh publik speaker.

Bagi orang yang memang mempunyai volume suara yang rendah, hal ini bisa dilatih dengan lebih sering menggunakan  pernapasan otot perut.

Low energy juga biasanya sering terjadi di akhir acara, untuk itu diharapkan kepada para public speaker lebih sering latihan sebelum memulai acara publik speaking ini

Terlalu serius dan tidak menghidupkan suasana

Menjadi seorang yang profesional adalah suatu kewajiban dalam melakukan public speaking, tapi bukan berarti profesiaonal selalu berkaitan dengan hal-hal  yang formal dan membosankan.

Suasana yang membosankan akan membuat para audiens kelelahan dan tidak mampu menangkap  isi materi yang disampaikan.

Oleh sebab itu, seorang public speaker harusnya mampu menghidupkan suasana  agar acara tersebut nmenajdi hidup dan tidak membosankan.

Terlalu serius juga akan mengundang rasa bosan kepada para audiens sehingga mereka ingin segera meninggalkan tempat tersebut.

Kurangnya persiapan

Walaupun sudah sering melakukan public speaking, namun kurangnya persiapan sering terjadi saat melakukan  public speaking tersebut.

Persiapan yang dimaksudkan adalah persiapan jasmani, rohani dan persiapan materi.

Persiapan jasmani meliputi kesiapan badan, kesehatan, penampilan dan lainnya.

Ada baiknya seorang public speaker menjaga kesehatannya beberapa hari sebelum acara tersebut dimulai.

Kendala jasmani yang sering terjadi meliputi suara serak, badan kurang fit dan lainnya

Sedangkan persiapan rohani meliputi mempersiapkan mental, keberanian dan lainnya

Seperti yang dicantumkan sebelumnya, kendala yang berhubungan dengan rohani public speaker meliputi gugup dan lain sebagainya

Selanjutnya mengenai persiapan materi, materi juga harus dipersiapkan sebelum acara dimulai.

Materi yang disampaikan tidak bisa secara spontanitas, selain itu pemateri juga harus menyiapkan bahan yang bisa ditampilkan dan diperlihatkan kepada para pendengar.

Beberapa public speaker menganggap remeh mengenai persiapan materi ini, hingga akhirnya mereka lupa bahkan kehabisan materi jauh sebelum acara berakhir.

Selain beberapa poin diatas, ada juga beberapa poin tambahan yang sering dilakukan dalam menjalankan public speaking, diantaranya;

Fokus untuk tidak melakukan kesalahan

Hal ini biasanya terjadi pada public speaker baik pemula maupun yang sudah mahir.

Keinginannya untuk tidak melakukan kesalahan merupakan bagian dari kesalahan tersebut.

Terlalu fokus untuk tidak membuat kesalahan akan berdampak pada hal-hal lainnya seperti kurang konsentrasi, gugup dan bahkan membuat acara menjadi sangat garing dan membosankan.

Akibatnya, para audiens yang melangsungkan acara tersebut tidak mendapatkan manfaat dari acara itu.

Oleh sebab itu seorang public speaker disarankan fokus saja terhadap materi yang dia sampaikan dan jangan terlalu takut dalam melakukan kesalahan.

Tidak melakukan interaksi dengan audiens

Interaksi dengan audiens sangat perlu dilakukan demi menghidupkan suasana tersebut.

Interaksi yang dimaksudkan bukan hanya interaksi seperti tanya jawab akan tetapi termasuk juga interaksi kontak mata

Dengan melakukan kontak mata terhadap audiens dapat menambah daya tarik dan semangat mereka dalam mengikuti cara tersebut.

Ada beberapa alasan yang membuat para public speaker tidak melakukan kontak mata dengan audiens nya, salah satunya yaitu karena mereka menghadapi orang banyak dengan berbagai penilaian mereka.

Padahal dengan melakukan kontak mata membuat kepercayaan diri seorang pembicara semakin bertambah dan dapat membuat audiens merasa terhubung dengan pembicara.

Penggunaan bahasa non Verbal

Bahasa terbagi menjadi dua, yaitu bahasa verbal dan bahasa non verbal

Bahasa verbal adalah komunikasi yang biasa disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbicara, menulis surat atau menulis pesan singkat.

Sedangkan bahasa nonverbal meliputi bahasa tubuh, simbol dan lainnya.

Penggunaan bahasa non verbal berupa bahasa tubuh dan gerakan sangat penting dalam melakukan publik speaking.

Akan tetapi kebutuhan bahasa tubuh setiap acara pasti berbeda-beda dan tergantung isi pesan yang disampaikan.

Terlalu banyak menggunakan bahasa tubuh juga merupakan sebuah kesalahan umum yang dilakukan para pembicara dalam menyampaikan materinya.

Hal ini bisa merusak konsentarasi para pendengar dan fokus pada gerakan yang dia buat dibandingkan dengan materi yang disampaikan.

Jika melakukan terlalu banyak gerakan tubuh dan bahasa nonverbal adalah sebuah kesalahan, makan melakukan sedikit bahasa tubuh juga merupakan bagian dari kesalahan dalam melakukan publik speaking.

Hal ini dikarenakan pendengar akan mudah merasakan bosan dalam mengikuti acara tersebut.

Jadi cobalah melakukan bahasa non-verbal secara tepat dan benar.

Menggunakan kalimat yang susah dimengerti

Tidak jarang ditemukan seorang pembicara publik yang menggunakan kata-kata atau kalimat yang susah dimengerti.

Kalimat yang mereka sampaikan berupa kalimat yang berasal dari bahasa ilmiah atau bahasa baku.

Namun tidak semua kalangan masyarakat mengerti dengan bahasa-bahasa seperti itu.

Karena tujuan dari publik speaking ini adalah menyampaikan informasi, ada baiknya seorang pembicara mengenali latar belakang audiensnya terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like