https://www.bandungadvertiser.com – Jenis Usaha Kecil dan Usaha Rumahan Batik Indonesia, Cerita hidup pengrajin batik asli Madura, Siti Maimona, adalah bukti efektifnya format usaha usaha kecil menengah (UKM) menambah skala hidup orang-orang. Dia mengawali usaha batik dengan modal terbatas, pada 1996 hasil berutang ke bank Rp 5 juta.

” Dahulu saya kecil-kecilan saja, satu bulan omzet hanya Rp 1 juta, ” tutur Maimona waktu acara kunjungan UKM binaan Semen Indonesia di Madura, Jumat (31/5).

Maimona lahir dari keluarga yang pernah melakukan bisnis batik asli Madura, dimaksud batik type Genthongan, mulai sejak 1950-an. Tetapi, usaha itu pernah berhenti.

Dia juga kepincut meneruskan usaha keluarga itu lagi selepas lihat batik Pekalongan. Maimona memperbandingkan batik asal Jawa Tengah itu, dengan kebiasaan batik Genthongan dari Madura yg tidak kalah bagus.

Perjuangannya berbuah manis. Dengan telaten, usaha batik yang dinamakan Pesona Batik Madura itu, berkembang sedikit untuk sedikit hingga saat ini sukses berkembang cepat. Bahkan juga, usahanya sudah bertaraf internasional serta menyerap pekerja dari kampung di sekelilingnya.

Saat ini Maimonadengan  Jenis Usaha Kecil dan Usaha Rumahan Batik Indonesia mempekerjakan 400 karyawan yang menyebar di gerai kepunyaannya yang ada di Jakarta sampai Bali. Saat ini, wanita ini mempunyai keseluruhan 8 gerai jual Pesona Batik Madura.

” Dengan mempekerjakan 400 karyawan bisa membuahkan omset penjualan kami sampai Rp 300 juta per bulannya. Serta kita telah bisa mengekspor ke Jepang mulai sejak 2004, ” tuturnya.

Kain batik Genthongan mempunyai corak khas pesisir yang melambangkan kota Madura, umumnya didominasi warna oranye, merah, serta biru muda. Harga batik yang di jual Maimona sekitar Rp 60. 000 sampai Rp 9 juta per meternya. Dengan rentang harga itu, pihaknya bisa menghasilkan 5. 000 potong kain per bln..

” Untuk produksinya sendiri tak ada masalah bahan baku lantaran kita memperolehnya dari Solo. Umumnya pelanggan domestik ataupun internasional suka pada warna jelas serta motif seperti burung, bunga serta pesisir, ” ungkap Maimona.

Pelanggannya juga dari mulai orang-orang umum sampai petinggi spesial yang kerap pesan produksinya, termasuk juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ” Pak SBY dan isterinya Bu Ani sempat juga pesan s/d selebritis seperti Ayu Azhari, ” kata dia.

Dalam menjaga market share usahanya, wanita akrab disapa Mai ini cuma memercayakan inspirasi kreatifnya untuk keluarkan product teranyarnya. Karenanya dia yakin kain yang dia jual mempunyai ciri khas.

” Saya sendiri yang mendesain dengan senantiasa menggabungkan motif batik lama dengan baru namun masih tetap dengan kwalitas paling baik supaya beberapa pelanggan tak terasa jemu. Makanyanya tiap-tiap bln. kami keluarkan motif baru serta itu sedikit produksinya supaya limited, ” tuturnya.

Diluar itu, kunci kesuksesannya, tambah Maimona, yaitu tak sebatas mencari untung. Dia menyampaikan, lantaran mulai sejak awal memberdayakan tetangganya, usaha inipun berkembang.

” Juga sebagai pengrajin dalam industri UKM janganlah cuma patokannya pencari duit atau keuntungan semata. Tetapi, bisa menyejahterakan perekonomian daerah sekitarnya untuk kurangi pengangguran terutama, ” tandasnya.

Kesuksesan Maimona menarik ketertarikan PT Semen Gresik (Persero) Tbk mulai sejak enam th. lantas untuk membina usahanya. Saat ini, wanita ini mengharapkan, dengan pertolongan BUMN itu, batik dari kampung halamannya dapat lebih mendunia.

” Sampai kini Semen Gresik senantiasa bertindak mempromosikan bidang usaha saya. Semoga yang akan datang bisa pula mempromosikan di semua dunia, ” kata Maimona mengharapkan.

Cerita Yang Menginspirasi

Bersamaan dengan populernya batik di kelompok orang-orang, semakin banyak pelaku usaha yang memakai kain tradisional ini juga sebagai bahan baku product fesyen. Pasar product fesyen batik cuma hanya menyasar kelompok dewasa maupun remaja. Kian lebih itu, pelaku usaha di usaha ini mulai membidik anak-anak juga sebagai customer intinya.

Asal cermat pilih motif serta warna, batik nyatanya dapat tampak anak tampak semakin cantik serta menarik. Baju buatan produsen lokal ini nyatanya dapat berkompetisi dengan pakaian anak-anak buatan merk populer atau luar negeri.

Satu diantara pelaku usaha yang memakai kain batik untuk pakaian anak-anak yaitu Harlina Dyah Wijayanti, 38. Dia meniti usaha baju anak yang dinamakan Kenes Yogya mulai sejak November 2010. Dia meyakini usaha pakaian untuk anak-anak tidak bakal sepi peminat. “Banyak orangtua yang mau buah hati mereka tampak menawan. Maka dari itu, mereka ikhlas beli beragam type baju untuk sang anak, ” tuturnya.

Meski peluangnya cukup besar, jumlah pemain yang terjun ke usaha ini juga cukup banyak. Saingannya dari mulai produsen lokal sampai merk-merk besar dari luar negeri. Untuk menarik perhatian pasar, Nina juga bikin design pakaian anak yang tidak umum yakni dengan memakai kain batik.

Menurut Nina, mulai tumbuhnya motif serta varian batik bikin dia dapat mengkreasikan kain tradisional ini jadi pakaian nan modis. “Saya tentukan batik yang motifnya lucu serta warnanya cerah. Rencana ini pas dengan dunia anak-anak yang dinamis. Saya cocokkan design dengan trend pakaian anak saat saat ini, ” tutur wanita asal Yogyakarta ini.

Pesatnya perubahan batik juga digunakan oleh Mia Amaliya Wisnuwardhani, 33. Ibu dua anak yang tinggal di Bandung ini dapat menghasilkan baju anak yang terbuat dari kain batik. Mia mengawali usaha yang dinamakan Ayunan Indonesia mulai sejak setahun lantas.

Argumen Mia terjun ke usaha ini lantaran minimnya product batik yang sesuai sama untuk anak-anak. “Baju batik anak-anak sesungguhnya cukup banyak. Tetapi, penampilannya kurang menarik. Maka dari itu, saya cobalah beli kain batik berwarna cerah serta menjahitnya untuk jadi pakaian anak saya, ” kata Mia.

Keisengan itu nyatanya berbuah manis. Pakaian batik buatan Mia nyatanya disenangi oleh rekan-rekannya. Alhasil, Mia juga kebanjiran pesanan serta selalu menghasilkan beragam jenis pakaian anak. Tidak cuma itu, dia juga bikin aksesori cantik yang cocok dipadupadankan dengan pakaian bikinannya.

Dengan penampilan yang unik serta menarik itu, Nina serta Mia sebagai produsen nyatanya menaikkan variasi baru baju anak. Hal semacam ini berbuah manis lantaran beberapa orang tua, terutama beberapa ibu, yang pilih product batik untuk buah hati mereka.

Perubahan usaha ini dirasa oleh Nina. Diakuinya, dahulu dia cuma dapat bikin 2—3 potong pakaian anak setiap hari. Saat ini, dia dapat membuahkan 800 potong pakaian serta 300 aksesori batik setiap bln.. Product Kenes Yogya di bandrol dari mulai Rp115. 000—Rp250. 000.

Hal yang sama saja diperlihatkan oleh brand Ayunan Indonesia. Mia mengakui, saat ini dia dapat menghasilkan 300 potong pakaian tiap-tiap bln.. Baju-baju serta aksesori bikinannya di jual dari mulai Rp75. 000—Rp215. 000.

Diluar itu, usaha fesyen anak ini dapat menjanjikan untung lumayan besar. Beberapa pemain mengatakan, usaha baju anak-anak ini dapat menghadirkan untung dari mulai 40%—50%.  dari hasil Jenis Usaha Kecil dan Usaha Rumahan Batik Indonesia

 

Hari Batik Nasional Setiap 2 oktober

Hari Batik Nasional , Di Yogyakarta Sejumlah 700 perajin di sentra batik catat Giriloyo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis  bakal turut aktivitas membatik terpanjang untuk memecahkan rekor MURI di Alun-alun Utara, Kota Yogyakarta,

“Keikutsertaan beberapa perajin batik Giriloyo itu adalah sisi dari aktivitas memecahkan rekor MURI membatik selama 3. 000 mtr., di mana 1. 000 mtr. salah satunya ditangani beberapa perajin batik di Giriloyo, ” kata Ketua Paguyuban Perajin Batik Catat Giriloyo, Nur Ahmadi di Yogyakarta.

Menurutnya, keikutsertaan perajin batik catat Giriloyo itu sebagi bentuk partisipasi serta kepedulian pada perubahan batik di Daerah Istimewa Yogyakarfta (DIY) dalam rangka Hari Batik Nasional

“Kegiatan yang di gelar Disperindagkop DIY itu diikuti beberapa perajin batik catat se DIY, salah satunya pera perajin batik Giriloyo, ” kata Nur Ahmadi.

Ia menginginkan aktivitas itu bisa menolong mempromosikan produksi batik catat di DIY, termasuk juga batik catat Giriloyo, Bantul.

“Kami sampai kini berusaha selalu memperluas promosi ke luar daerah, hingga diinginkan product kerajinan batik catat Giriloyo di kenal orang-orang, ” tuturnya.

Sampai kini, menurut dia, promosi masih tetap terbatas cuma di lokasi DIY serta Jakarta, dengan turut dalam pameran. Ia menyampaikan promosi product batik catat Giriloyo umumnya dengan ikuti pameran yang diadakan Pemkab Bantul ke Jakarta. Namun, menurutnya, peluang seperti ini tidak sering berlangsung, lantaran banyak grup perajin lain yang juga ikuti pameran.

“Selain promosi lewat pameran, kami pasarkan product batik perajin Giriloyo dengan cara segera ke customer, ” tuturnya.

Pemasaran langkah lain, menurutnya dengan menitipkan batik Giriloyo di galeri ataupun toko batik di kota Yogyakarta. Ia menyampaikan customer yang datang ke sentra kerajinan batik Giriloyo umumnya beli produknya berbentuk lembaran kain ataupun product baju jadi berbentuk pakaian wanita ataupun pria.

“Sedangkan kain batik catat classic yang diminati customer salah satunya motif Wahyu Temurun, serta Sido Mukti, ” tuturnya.

Google Doodle Rayakan Hari Batik Nasional Indonesia Setiap Tanggal 2 Oktober

Batik Indonesia Menghias Penampilan Google Doodle Hari Ini – Tiap-tiap tanggal 2 Oktober diperingati juga sebagai Hari Batik Nasional. Dimana tiap-tiap warga negara Indonesia yang mengakui mempunyai nasionalisme tinggi pada tanah airnya, harus kenakan batik.

Histori hari Batik Nasional diawali mulai sejak th. 2009, dimana Unesco menyebutkan bahwa Batik adalah warisan budaya asli Indonesia. Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan serta Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity)

Dengan hal tersebut ditegaskan batik yaitu baju nasional Indonesia. Ketentuan resmi Unesco adalah hasil akhir dari usaha keras pemerintah Indonesia menuntut diputuskan bahwa batik.

Hak paten batik meliput corak, langkah pembuatan, bahan pewarna ataupun type kekayaan intelektual yang lain yang masih tetap terkait dengan batik.

Sistem pembuatan batik yang asli terbuat dari beberapa bahan spesial serta seutuhnya dikerjakan dengan cara manual. Umpamanya dari menggambar pola, memberi warna menggunakan bahan pewarna alami seperti malam, serta alat gambarnya juga memakai canting. Sistem pembuatan perlu saat berhari-hari. Terlebih bila type batik catat, perlu kesabaran serta kecermatan tinggi waktu sistem memberi warna.

Sedang untuk produksi batik massal, memakai pertolongan plat tembaga, itu juga seluruhnya ditangani manual tanpa ada memakai mesin.

Baca Juga

  1. Lokalitas Dalam Karya Cucuk Espe Di Tanah Indonesia
  2. Membangun Kepercayaan Dan Loyalitas Pelanggan

Manfaat tingkatkan kecintaan orang-orang Indonsia bakal batik, semua sekolah, lembaga pemerintah dan petinggi tinggi sampai duta besar harus kenakan batik pada hari-hari spesifik.

Diluar itu juga pemerintah juga harus menyangga serta membuat perlindungan industri pengrajin batik yang banyak didapati beberapa daerah.

Saat ini sentra batik nasional tidak lagi didominasi oleh Pekalongan, Surakarta serta Jogjakarta saja. Industeri batik mulai menebar di banyak daerah termasuk juga diluar jawa sekali juga.

Design batik moderen juga lebih dinamis dari pola pada awal mulanya. Pasalnya saat ini customer batik tidak lagi didominasi kelompok tua. Anak muda juga saat ini tidak malu lagi kenakan batik pada langkah non resmi.

Merayakan Hari Batik Nasional yang dahulu Google juga menayangkan doodle bergambar karikatur orang kenakan baju batik. Terlihat ada gambar animasi enam orang yang seluruhnya menggunakan pakaian batik. Dari ibu ayah serta anak-anak berbatik dengan corak yang berlainan dalam menyambut Hari Batik Nasional untuk tahun 2017 apakah google memberikan sesuatu yang berbeda ?

2 comments
  1. batik sebagai kebangsaan indonesia harus dilestarikan, hari kini semakin banyak ragam dan model, juga sudah jadi pakaian wajib untuk para pekerja dan pegawai

    1. betul mas, peluang expotnya pun semakin meningkat sekarang, seluruh dunia sdh tau batik dari indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like