undercover.co.id – Tahukah Anda apa itu ghost kitchen? Seorang bernama Adithya Citra mampu meraup omzet Rp 200 juta per bulan lho dari bisnis ghost kitchen-nya. Menarik bukan!

Kini, dengan perkembangan  teknologi Anda dapat memangkas habis modal tersebut. Dengan modal sedikit Anda sudah dapat memulai bisnis kuliner Anda. Usaha kuliner dengan konsep ‘ghost kitchen’. Ya, dengan konsep tersebut, Anda dapat memulai bisnis dengan modal minim bahkan tanpa modal.

Dengan dapur yang sudah tersedia sebagai tempat produksi dan peralatan seadanya, konsep ghost kitchen membantu Anda memulai bisnis kuliner dengan cepat dan praktis. Pemasaran secara online pun kini telah banyak diminati seperti GoFood, GrabFood, ataupun aplikasi yang lain.

Kisah sukses Adithya Citra, yang mengusung bisnis kuliner ayam gepreknya dengan konsep ghost kichen, telah mengantarnya melewati jurang keterpurukan. Sempat bangkrut dengan bisnis sebelumnya, kini ia mampu meraih omzet fantastis dengan modal seadanya.

Penasaran dengan kesuksesan owner Dapur GG ini? Yuk, simak konsep ghost kitchen bikin Adit raih omzet Rp 200 juta per bulan di bawah ini.

Jatuh Bangun Merintis Karier

Adithya Citra yang akrab dipanggil Adit merintis usaha dengan membuka rental Play Station tahun 2012 dengan modal pinjaman bank Rp 6 juta.

Adithya Citra

Di awal perjalanan usahanya ia telah dapat merasakan keuntungan yang besar. Bahkan Adit mampu mengembangkan usahanya tersebut. Ia membuka beberapa cabang rental play station dengan suntikan dana dari pinjaman bank. Sungguh hidupnya telah mapan dan dapat hidup dengan kemewahan.

Tak begitu lama, usaha rental play station yang dibangunnya mandek. Ditambah lagi dengan aksi pencurian yang kerap menyasar rentalnya, usahanya pun kian merugi.

Tahun 2015, puncak dari segaala keterpurukan, Adit mulai kesulitan membayar utang. Dengan dua cabang usaha yang tersisa, ia menjalani hidup sederhana. Dengan utang Rp 500 juta, cicilan Rp 20 juta, ia hanya memiliki pemasukan Rp 9 juta.

Keputusannya pun bulat untuk membangkrutkan diri. Ia menjual seluruh aset yang ia miliki, meskipun belum bisa menutupi utangnya.

Dalam masa keterpurukan itu, Adit harus dilarikan ke rumah sakit karena sakit pencernaan. Begitu sembuh, ia harus menerima kenyataan untuk membayar tagihan rumah sakit sebesar Rp 8 jutaa. Sedangkan, pada waktu itu Adit hanya mengantongi uang Rp 1,5 juta. Ia pun membayar biaya tersebut dengan bantuan saudara-saudaranya.

Dalam kondisi jatuh, Adit pun tersadar. Bisnis yang telah dijalaninya tidak baik karena riba. Ditambah dengan perjanjian dengan investor yang tidak memihak padanya.

Sejak saat itu, Adit mulai bertekad untuk bangkit dan mulai mengikuti berbagai pelatihan, komunitas dan upgrade skill lainnya sebagai investasi yang dapat meningkatkan kemampuaannya dalam dunia bisnis.

Dapur GG Si Spesialis Ayam Geprek

Melihat peluang bisnis kuliner tidak ada matinya, Adit memutuskan membuka usaha ayam geprek dengan bermodal uang Rp 1 juta. Ia memilih usaha rumahan dengan konsep ghost kitchen karena tidak memerlukan modal yang banyak. Dari Dapur GG lah ayam geprek andalan Adit tercetus.

Ayam Geprek GG

Pada awalnya, ia menjual berbagai varian kuliner dari olahan ayam, yang pada waktu itu sedang di gemari oleh warga Bandung. Ia memulai usaha olahan ayam dari rumahnya di sebuah gang di Jalan Sekepondok, Padasuka, Bandung.

Hingga akhirnya Adit memutuskan untuk fokus berjualan ayam geprek, dan menawarkannya melalui BlackBerry Messenger dan WhatsApp.

Kisah di Balik Omzet Rp 200 Juta dari Ghost Kitchen

Di awal perjalanan berjualan ayam geprek, Adit berkolaborasi dengan sang istri untuk menjalankan bisnis kuliner tersebut. Suka dan duka mereka lewati bersama.

Tak jarang, untuk menghibur diri kedua pasangan suami istri tersebut memilih untuk berjalan-jalan ke Jalan Suci dekat rumahnya. Kegiatan tersebut setidaknya dapat merefresh penat dan menjadi penguat dalam menjalankan usaha berasama. Ia pun menuturkan, kerap kali setelah jalan-jalan ia bersama istri nangis dan berpelukan.

Semakin hari usahanya semakin berkembang. Hingga pada tahun 2017, usaha ayam gepreknya mulai dipromosikan lewat GoFood dan GrabFood. Sejak saat itu, gang rumahnya terus terlihat sibuk dan dipenuhi ojol,terutama ketika mendekati jam makan siang.

Dari proses pemasaran tersebut, ayam geprek Dapur GG banyak dikenal dan diminati. Omzetnya pun melejit, dari Rp 1 juta menjadi Rp 5 juta.

Di tahun ketiga, utang bank sebesar Rp 500 juta yang melilit Adit pun dapat terbayar lunas. Kini, ghost kitchen Dapur GG telah memiliki enam pegawai.

Adithya Citra

Bisnis yang kini digeluti Adit ini bisa dibilang tanpa modal. Hal tersebut dikarenakan, untuk pasokan ayam, sembako, hingga gas sudah ada yang menyuplai dan bisa dibayar belakangan.

Bisnis ayam gepreknya kini semakin tumbuh dengan cepat. Adithiya, mengakui, bisnis ayam gepreknya kini telah mampu meraih omzet Rp 200 juta per bulan. Hal tersebut  diraihnya dengan perjuangan yang luar biasa tentunya.

Dapur GG pun tak hanya menuai keuntungan sendiri, namun bisnis disekitarnya pun kini ikutmaju, sepeti warung-warung yang ramai pembeli oleh pengemudi ojol.

Dapur GG di Tengah Pandemi Covid-19

Di tahun ke-empat dan ke-lima perjalanan ghost kitchen Dapur GG ternyata diterpa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Pandemi ini tentunya memberikan dampak besar bagi bisnis di segala sektor industri tak kentinggalan UMKM.

Bagi pelaku usaha mikro seperti Adit, kini harus dapat beradaptasi dengan keadaan pandemi. Menurut owner dari Ayam Geprek GG tersebut, omzet penjualannya turun hingga 70% di era pandemi ini. Tidak hanya itu, adanya pembatasan jam buka malam menjadikannya harus mengoptimalkan penjualan hanya di siang hari.

Agar dapat bertahan di masa pandemi seperti sekarang ini, Adit bersama manajemen Ayam Geprek GG mengambil strategi khusus. Dalam hal keuangan mereka lebih memilih melakukan efisiensi pengeluaran dan lebih fokus pada biaya produksi ayam geprek.

Tak mau ketinggalan, ayam geprek Dapur GG pun melakukan inovasi produk dengan menawarkan produk frozen food atau siap saji. Dan, selalu mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 seperti menghindari kerumunan, cek suhu, penggunaan masker, cuci tangan dan lain sebagainya.

Adit pun menuturkan bahwa ada dua kunci penting yang ia lakukan dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 ini, yakni mindset dan fokus penjualan melalui delivery apps atau penjualan online.

Baca juga:

Itulah pembahasan tentang konsep ghost kitchen bikin Adit raih omzet Rp 200 juta per bulan. Dari kisah sukses di atas, kita dapat memetik pelajaran bahwa memulai bisnis kuliner bisa hanya dengan mengandalkan dapur rumah dan pelayanan full online. Apalgi, saat ini berbagai negara, termasuk Indonesia masih dalam keadaan pandemi. Pembelian secara online, pastinya, akan lebih diminati masyarakat karena sejalan dengan ‘misi’ lebih banyak beraktivitas di ruma.

Barangkali Anda ingin memulai usaha ghost kithcen di tengah pandemi, kisah sukses Adit di atas bisa Anda jadikan referensi penting untuk meraih kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like