bandungadvertiser.com-  Bisnis mode dianggap sebagai bisnis yang tidak akan pernah surut dan akan selalu berkembang di setiap tahunnya.
Setiap tahun baru, akan ada trend mode baru,  tapi terkadang mode seperti sebuah siklus, ia bisa kembali lagi ke mode lama (seperti celana, dari cut bray ke celana model slim, kini cut bray hits kembali).
Rumah Warna sebagai binsis yang bergerak di bidang fashion dan kerajinan bisa dikatakan sebagai bisnis dengan prospek yang bagus.
 
Bisnis yang menyapu pasar ABG ini memiliki produk tas, dompet, softcase, frame, dan aksesoris-aksesoris  lain yang dibutuhkan remaja.
 
Produknya yang unik, girly, funky, dan kekinian membuatnya diminati oleh pelanggan targetnya, tak khayal pada Januari lalu omzet Rumah Warna mencapai 4 Miliar tiap bulannya.

Mengapa Harus Bergabung Menjadi Mitra Bisnis Ini?

 
 
Sebagai bisnis yang bergerak di bidang fashion dan kerajinan, Rumah Warna telah memiliki pengalaman lebih dari 13 tahun kerja.
 
Dan dalam rentang waktu itu, Rumah Warna telah menjadi brand yang cukup kuat dengan jumlah gerai lebih dari 70 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
 
Disamping itu, produk Rumah Warna merupakan produk yang berkualitas dan marketable, sehingga bisnis ini memiliki segmen market yang besar di Indonesia.
 
Desain outlet Rumah Warna yang berkonsep gallery  yang luas, nyaman, kreatif, penuh warna, dan girly menjadi magnet tersendiri untuk menarik pelanggan.
 
baca juga
1. Bisnis Franchise Fashion Carvil
2.  Dry Denim , Bisnis Fashion Yang Masih Abadi
3. Amancio Ortega Billionaire Spanyol Berkat ZARA Fashion
 
Selain itu, sebagai fasilitas untuk franchisee, franchisor memberikan training SOP dan pendampingan bisnis (bebas biaya), juga dukungan sistem pemasaran.
 
Bisnis ini juga bisa dibuka dimana saja (asalkan strategis).
 
Dan yang paling penting adalah, bisnis ini bebas biaya frachise maupun royalti, sehingga keuntungan bisa sepenuhnya menjadi milik anda.
 
Margin keuntungan kotor diperkirakan sampai 50%.
 
 
 

Paket yang Ditawarkan Bisnis Fashion Rumah Warna

 
Ada dua paket investasi yang ditawarkan, pertama type booth dan kedua type store.
 
Untuk type booth, anda harus membayar biaya investasi kurang lebih sebesar  Rp. 80 juta.
 
Dari jumlah investasi itu, Rp. 50 juta untuk investasi barang, dan Rp. 20 juta untuk interior.
 
Sedangkan untuk type store, anda kisaran harga investasinya adalah sekitar Rp. 150 juta, dengan rincian Rp. 100 juta untuk investasi dan Rp. 50 juta untuk interior.
 
Untuk mengambil type ini, anda harus memiliki outlet dengan luas minimal 20 m2 dan berada di tempat strategis.
 
For information: untuk info kemitraan lebih lanjut, anda bisa menghubungi marketing Rumah Warna di 085643030098, atau  melalui email di fajrin50@gmail.com.
 
 
 

Peluang Bisnis Fashion Brand Distro Bandung

 
Bila satu passion telah menyatu dalam jiwa seorang memanglah bakal bikin apa sajakah yang dikerjakannya setiap harinya bakal optimal serta berpeluang mengantarkan dianya untuk berhasil.
 
Berikut yang sekurang-kurangnya sudah dihadapi oleh Yudhi Febriantono (Yudhi), seseorang entrepreneur yang bermental entrepreneur serta mempunyai jiwa atau passion di bagian entrepeneur (usaha atau usaha).
 
Mental pengusaha pria kelahiran Bandung ini sendiri bahkan juga telah tampak mulai sejak masihlah kuliah di Kampus Widyatama.
 
Waktu itu Yudhi telah berjualan apa sajakah yang dapat di jual serta untungkan, dari rental VCD, dagang bunga hingga dagang domba semuanya telah dikerjakan oleh pria sarjana ekonomi ini.
 
Dengan kegigihan serta keuletan dan usaha keras yang dikerjakan Yudhi, jadi yang diimpikannya untuk jadi entrepreneur sejati serta berhasil juga pada akhirnya dapat ia raih dengan gemilang lewat bisnisnya yang bernama Cosmic.
 
Lantas seperti apakah cerita Yudhi menggerakkan usaha yang berdasarkan pada kemampuan rasa cinta serta passion pada bagian ini sendiri? Tersebut penjelasannya.
 

Bisnis Fashion Distro Brand Cosmic

 
Sesudah serabutan menggerakkan semua jenis usaha, pada th. 2011 Yudhi Febriantono memanglah telah lebih konsentrasi pada satu bentuk usaha yang diberi nama Cosmic.
 
Cosmic sendiri yaitu brand fashion yang jual beragam macam keperluan sandang anak muda dari kaos, baju, jaket, sweater, ikat pinggang, topi, jins, sandal, serta bermacam product yang lain.
 
Pada awal usahanya sendiri Yudhi fokus Cosmic pada produksi kaos. Tetapi bersamaan perubahan usaha pada akhirnya Yudhi menghasilkan keperluan fashion anak muda yang lain.
 
 
 

Meniti Peluang Bisnis Fashion Di Bandung

 
Pada saat awal perintisannya, Yudhi betul-betul mengawali usaha Cosmic ini dari bawah dengan semua terbatasnya. Bahkan juga waktu memulai usahanya ini sarjana ekonomi dari Kampus Widyatama (Bandung) itu pernah nekat mengambil order kaus golf yang bernilai Rp 3 juta. Tetapi lantaran ia memilki banyak jaringan jadi order juga dapat dipenuhi serta dilayani dengan baik.
 
Kilas Balik Perjuangan Brand Distro Bandung Dari sini Yudhi juga makin meyakini dengan usahanya yang bernama Cosmic ini.
 
Yudhi yang mempunyai kehalian design selanjutnya berani menghasilkan beberapa barang yang bakal di jualnya melalui cosmic lewat cara melemparkannya ke pihak lain (makloon). Dari strateginya memakai layanan makloon ini sendiri Yudhi dapat memperoleh untung Rp 600 ribu.
 
Kilas Balik Perjuangan Brand Distro Bandung Keuntungan ini sendiri kemudian dipakai lagi oleh Yudhi untuk meningkatkan usahanya dengan dari pembelian bahan serta pencetakan label dan pemasaran yang lebih luas ke distro-distro di Bandung serta di Jakarta lewat cara konsinyasi (menitipkan barang).
Dirikan PT Inoynesia
 
 
Saat bisnisnya semakin jadi membesar, Yudhi Febriantono juga membangun tubuh usaha PT Injoynesia untuk membawahi Cosmic. Pria kelahiran Bandung 2 Februari 1978 ini juga semakin lincah serta kreatif untuk pasarkan pemasaran Cosmic.
 
Satu diantara kiat pemasaran yang digerakkan untuk mempopulerkan brand Cosmic yaitu dengan mengadakan School of Joy (SoJ). SoJ sendiri yaitu program yang digerakkan ketika berlibur untuk beberapa pelajar untuk dapat magang di Cosmic.
 
Diluar itu ada pula program Long Board yang mengaplikasikan rencana acara downhill untuk selenggarakan tour serta touring ke beberapa tempat wisata.
 
Dari ke-2 program berikut jadi brand Cosmic ini semakin di kenal oleh kelompok golongan muda serta orang-orang biasanya. Ditambah lagi sekarang ini Yudhi telah dapat meng-endorse sebagian artis seperti David Naif, Kaka Slank, serta Heru Shaggy Dog untuk produknya, jadi produknya juga semakin popular.
 
 
baca juga
1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
Panduan Bisnis Online Terlengkap
350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar
 
 

Pencapaian Usaha Berbarengan Cosmic

 
Dari 15 th. usahanya sekarang ini Yudhi juga telah termasuk berhasil tidak kecil. Bagaimana tak, pria yang menggerakkan usaha dengan prinsip kesenangan (joy) ini sudah menghasilkan banyak product.
 
Sesudah sukses dengan Cosmic, pada th. 2002 Yudhi juga melaunching merk baru, Cosmic Girl. Kemudian brand lain juga menyusul seperti Infamous (th. 2004) serta Mighty (th. 2006). Serta di th. 2010 Yudhi kembali meluncurkan product paling barunya She’s Infamous serta GDB Infamous.
 
 
Serta paling akhir di th. 2013 Yudhi Febriantono juga meluncurkan brand Cosmic Jeans serta Cosmic Kids.
Dengan jumlah 300-400 agen penjualan yang menyebar didalam negeri serta luar negeri seperti Brunei, Australia, Malaysia serta Jerman dan di dukung dengan sebagian penjualan melalui toko lewat konsinyasi jadi omset yang didapat juga telah termasuk fantastis walau tidak dapat dijelaskan.
 
baca juga
1. Bisnis Fashion Sambil Kampanye Patriotisme
2. Peluang Franchise House of Shasmira- Syar’i tapi Fashionable

3. Bernard Arnault , Total Kekayaan Rp539,5 Triliun Dengan Bisnis Fashion
 
 
 
 
 

Usaha Kecil Yang Menguntungkan Kaos Cakcuk Dari Surabaya

 
Dalam debat capres beberapa waktu lalu sempat dibahas mengenai industri kreatif, bahkan kedua kandidat sepakat, untuk memfasilitasi anak-anak muda yang bergelut di industri kreatif. Di Surabaya ada seorang pemuda yang berhasil mengembangkan usaha kreatifnya, usaha apakah itu ?
 
kaos cakcuk Unik designnnya, lucu kata-katanya itulah yang menjadi cirikhas dari kaos cakcuk kaosnya arek Surabaya. Diproduksi pertama kali 2005 kaos cakcuk kini sudah terkenal di nusantara.
 
Dwita roesmika-lah sang penciptanya. Awalnya cakcuk didirikan 10 november 2005, waktu itu ada pameran industri kreatif di balai pemuda. Trus mengapa Ia memilih nama brand cakcuk untuk produknya? . berikut ceritanya.
 

Awal Nama Brand Kaos Cakcuk Surabaya

 
Pada Waktu tahun 2005 saat itu, di Surabaya masih belum ada khas oleh-oleh tahun 2005.
Padahal ciri khas orang indonesia kalau pergi kemana-mana ketika pulang pasti bawa oleh-oleh sedangkan dikota kota lain, sudah ada oleh-oleh kaos konveksi khas seperti di kota Yogja, Bandung, dan Bali.
Waktu itu di Surabaya hanya punya oleh-oleh khas yang berupa kuliner camilan hasil laut.
 
Kemudian Pak Dwita berpikir keras untuk memberikan alternatif oleh-oleh yang lain yang lebih trendy dan digemari anak muda.
Karena oleh-oleh camilan hasil laut sangat terkesan seperti emak-emak baginya. Berawal dari situ, Ia mencari ide dengan bahan baku kaos sebagai oleh-oleh alternatif trendy khas surabaya. Akhirnya muncullah ide binis berupa produk kaos design kreatif kata-kata surabaya yang ia beri nama cakcuk.
 
 
 

Perkembangan Kaos Cakcuk di Surabaya

 
Bukan hal mudah bagi dwita rusmika memulai dan mempertahankan usahanya. Berawal dari kaki lima kini pria asal surabaya tersebut sudah memiliki lima gerai di surabaya.
Ia berinisiatif membuat toko berjalan dengan menggunakan mobil vw comby dalam memasarkan produknya. Ketika kap mbil dibuka bentuknya sudah benar-benar menyerupai toko baju.
 
Ketika itu Ia bersama teman-temannnya mendatangi pusat-pusat keramaian surabaya ditaman bungkul, taman surya, pertunjukan musik, atau dikampus-kampus. Dan Itu terus menerus seperti itu untuk promosi awalnya.
Lambat laun sekarang ada toko hingga lima dan bulan depan buka yang ke enam. 9 tahun berjalan, usaha Dwita Roesika berkembang. Produksi tak hanya kaos, jaket, tas, hingga gantungan kunci berlabel cakcuk pun dihasilkan. Dalam satu bulan cakcuk memproduksi hingga 100 sampai 200 barang dan kesemuanya hanya bisa didapatkan di kota pahlawan.
 
Suuvenir dan kaos yang ada di cakcuk harganya berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 350.000 persatuannya. Saat ini omset cakcuk dalam satu bulan di total 5 gerai tokonya mencapai Rp 50.000.000 sampai Rp 100.000.000. Keuntungan bersih yang didapatkan Dwita dalam satu bulan hampir mencapai Rp 20.000.000
 
Cakcuk tidak mebuka franchise, karena ia khawatir nanti khas surabaya jadi hilang ilang. Dwita ingin cakcuk hanya bisa didapatkan di kota surabaya, karena memang begitulah konsepnya yaitu sebagai kaos khas surabaya.
 
“Saya datang dari surabaya ini oleh-olehnya dengan kaos design cakcuk yang suroboyo sekali. Jadi istilahnya kenak begitu memang dari surabaya. Belinya juga dari surabaya , khas dari surabaya. Itu jadi buat oleh-oleh itu pas , saya ndak buka kota dikota-kota lain seperti gersik dan sidoarjo, saya ingin konsisten” begitu tutur dwita ketika tim kami mewawancarainya.
 
Bisnis Fashion , Usaha Kecil Yang Menguntungkan   , Cakcuk sekarang sudah memiliki 30 design. Namun Dwita dan tim kreatifnya terus menciptakan design-design terbaru yang tetap berpegang pada loyalitasnya. Yaitu suroboyoan. Menjaga orisinalitas dan rasanya.
 
Keterkaitan antara brand cakcuk, produk kaos, dan surabaya sungguh sangat terlihat dengan sangat jelas, sehingga menciptakan kesan yang kuat bagi turis dan pelancong bahwa cakcuk adalah central oleh-oleh dan ikon khas surabaya.Konsep design cakcuk sangat beragam, namun lagi-lagi keragaman tersebut tetap dibawah konsep surabaya kota pahlawan.
 
Rel konsep atau tema yang dibuat dwita yang diaplikasikan pada souvenir dan kaos cakcuk. Konsep –konsep yang diaplikasikan diantaranya seperti kata-kata dan design kepahlawanan, kata kata kuliner surabaya, kata-kata kotor surabaya, gambar abstrak mengenai misalnya surabaya kota pahlawan, dan surabaya kota makanan.
 
Kata Jancok sebagai kata kotor khas surabaya sebenarnya memiliki konotasi negatif yang sangat tinggi sekali namun ditangan Dwita kata-kata itu justru menjadi kata-kata yang menciptakan produktifitas dan kreatifitas. Dalam mengembangkan usahanya bapak 5 orang anak ini, mengalami banyak kendala, kendala yang paling utama adalah mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih menghargai produk-produk dalam negeri.
 
Jika Orang luar negeri mengakui bahwa budaya kita sangat kuat dan memiliki kreatifitas yang sangat tinggi, mengapa kita harus malu mengakui produk kita sendiri. Kualitas budaya Indonesia patut diperhitungkan di kancah internasional.
Dwita mengatakan bahwa dirinya sangat salut terhadap pengusaha-pengusaha muda baru yang bermunculan di industri kreatif, yang lebih untuk menggerakkan dan meningkatkan kebanggan kita terhadap produk kita sendiri.
Cakcuk merupakan salah satu industri kreatif di Indoensia yang tetap berpegang pada nilai-nilai lokal. Komitmen itulah yang membuat cakcuk bertahan dengan serbuan produk-produk internasional
 
 
 
 

Inspirasi Bisnis Fashion , Fany Silvia Menghasilkan Taflo Shoes yang Eksklusif

 
Indonesia adalah salah satu negara yang kaya kebudayaan. Bermacam kebudayaan daerah ada meramaikan keanekaragaman corak budaya Indonesia. Salah satu budaya yang memukau juga ada berbentuk karya-karya batik serta kain songket yang demikian menawan.
 
Bila sampai kini kita cuma mengetahui karya batik untuk produksi baju serta tas, jadi saat ini waktunya kita mengetahui product sepatu asli Indonesia yang memiliki bahan basic kain batik atau songket. Inspirasi brilian untuk meningkatkan product sepatu etnik ini digagas oleh seseorang wanita muda bernama Fany Silvia Febrian Dika.
 

Profil Fany Silvia Febrian Dika

 
wanita kelahiran Talang Babungo, 4 Februari 1992 ini yaitu putri pertama dari empat bersaudara. Putri pasangan Suhairi serta Selvina ini mulai masuk bangku perkuliahan kampus Payakumbuh jurusan ekonomi pada th. 2010. Sembari menggerakkan kesibukan perkuliahan, Fany juga menyempatkan saat untuk menggerakkan hoby design yang telah lama ditekuninya.
 

Pernah Mengawali Usaha Lain Saat sebelum Taflo Shoes

 
Saat ada di semester 3 tahap perkuliahan, Fany Silvia mulai meniti usaha butik on-line dengan rencana baju muslim yang casual serta syar’i.
Tetapi rupanya #bisnis on-line itu pernah vakum sepanjang 6 bln. lantaran Fany Silvia mau konsentrasi merampungkan seluruhnya mata kuliah terlebih dulu.
 
Sesudah merampungkan mata kuliah serta akan menyelesaikan skripsi, rupanya inspirasi baru nampak untuk bikin usaha dengan rencana sepatu batik serta songket khas nusantara.
Kecintaan yang besar pada bagian design serta product songket asli Indonesia bikin Fany berkemauan untuk selekasnya wujudkan usaha impiannya itu.
 
Inspirasi untuk memakai product songket Indonesia itu mulai nampak saat Fany Silvia ikuti moment pertukaran pelajar ke Australia pada th. 2009.
 
Saat ia kenakan kain songket untuk pertunjukan tari piring, banyak rekan barunya yang ajukan pertanyaan tentang kain songket yang datang dari Indonesia.
 
Ketertarikan pada kain songket itu jadi salah satu bentuk penyemangat untuk Fany untuk mempopulerkan product asli Indonesia.

Berdirinya Taflo Shoes

 
Pada Februari 2014, Taflo Shoes mulai lakukan sistem produksi serta pemasaran product sepatu. Nama Taflo Shoes sendiri datang dari kota kelahiran Fany yakni Talang Babungo yang lalu disimpulkan juga sebagai Talang Flower serta disingkat jadi Taflo.
 
Generasi Muda Penerus Pengusaha Indonesia , Dengan modal awal sebesar 1 juta untuk menghasilkan 5 gunakan sepatu, saat ini Taflo Shoes telah dapat membuahkan bermacam product sepatu songket serta batik dengan bahan baku kain yang datang dari daerah Solok, Madura sampai Surabaya.
 
 
 
 

Product Taflo Shoes yang Eksklusif

 
Taflo Shoes selalu melindungi keorisinalitasan produknya dengan cuma menghasilkan 10 gunakan sepatu untuk tiap-tiap design.
Hingga beberapa pelanggan setia Taflo Shoes dapat mempunyai serta memakai sepatu yang eksklusif serta sedikit dipunyai oleh orang lain.
Modal sebesar 1 juta rupiah juga mulai tumbuh sampai meraih angka 10 juta rupiah serta bikin Taflo Shoes dapat menghasilkan 100 gunakan sepatu.

Harga Taflo Shoes serta Omset yang Sukses Diperoleh

 
Taflo Shoes menghasilkan sepatu dengan harga yang beragam, dari mulai 150 ribu rupiah sampai 1. 2 juta rupiah per gunakan. Variasi harga itu bergantung dari tingkat kerumitan design serta varian bahan baku yang dipakai untuk bikin sepatu.
 
Dengan kemampuan produksi meraih 1. 000 gunakan tiap-tiap bln., Taflo Shoes sukses mencapai omset sebesar 60 juta sampai 150 juta rupiah tiap-tiap bulannya.
 
baca juga
1. Bermodal Awal 50 Ribu, Bisnis Fashion D’Russa Meraup Omset 250 Juta Tiap Bulan
 
2. 10 Tips dan Trik Meningkatkan Penjualan Fashion
 
3. Bisnis Bernafaskan Budaya Lokal Dayak Di Indonesia
 
 

Inovasi serta Harapan Taflo Shoes

 
Memenangkan Business Plan Competition Oneintwenty Movement 2014 Regional Padang untuk kelompok fashion rupanya tak bikin Fany Silvia berpuas diri.
Berbarengan dengan Taflo Shoes, Fany berusaha untuk mencari #reseller serta pasarkan produknya dengan memakai media sosial.
Bahkan juga Taflo Shoes juga bekerja bersama dengan pihak yang datang dari luar negeri untuk lakukan promosi serta branding di negara lain, termasuk juga di lokasi Eropa.
Tentang cost pengiriman ke luar negeri yang relatif mahal, Taflo Shoes masih tetap mencari jalan keluar untuk menangani masalah cost pengiriman itu.
 
Tertarik untuk memakai beberapa produk dari Taflo Shoes? Bila orang-orang negara lain saja tertarik serta mau memakai Taflo Shoes, kenapa kita sendiri tak mengapresiasi product asli buatan negeri sendiri?

You May Also Like