Mungkin tidak terpikirkan seorang lulusan insinyur perminyakan dari Amerika Serikat memutuskan untuk membuka restoran padang di negeri paman sam tersebut.

Adalah pak Asnur Bahar seorang lulusan dari University of Tulsa, Oklahoma menyempatkan diri untuk membangun bisnis di sela-sela kesibukannya sebagai pegawai perusahaan minyak terkemuka, Schlumberger.

 Berkat ide sang istri yang sering memintanya membawakan bumbu masakan Padang ketika berkunjung ke Indonesia, beliau pun memutuskan mendirikan restoran yang diberi nama Rendang and Co.

Berawal dari Ketidaksengajaan

Kisah Pak Asnur Bahar mendirikan restoran Padang di perantauan  dimulai ketika sang istri meminta titipan bumbu masakan Padang dari Indonesia.

Sang istri pada waktu itu memang berniat untuk menjalankan bisnis kecil-kecilan dengan memasarkan bumbu masakan tersebut kepada diaspora Indonesia lainnya.

Sebagai pegawai konsultan dan pengajar teknik perminyakan, Pak Asnur memang sering berpergian termasuk ke Jakarta dalam setahun sekali.

Gayung pun bersambut,  Pak Asnur ternyata bertemu dengan kawannya yang merupakan pemasok bumbu masakan nusantara di Jakarta.

Tak main-main, salah satu restoran yang menjadi langganan pasokan kawannya tersebut adalah Restoran Pagi Sore, sebuah restoran Padang yang terkemuka di Ibukota.

Hanya bermaksud mencoba-coba, ternyata usaha bumbu Padang kecil-kecilan Pak Asnur mendapat tanggapan positif.

Jumlah pesanan yang diterima oleh pak Asnur melonjak hingga mencapai 130 kilogram dalam sekali kesempatan.

Akhirnya Pak Asnur memutuskan untuk menggiati kegiatan menjual bumbu rendang ini. Mengusung nama Rendang and Co, Pak Asnur dan istrinya gencar memasarkan bisnis bumbu rendangnya melalui kanal online.

Merasa percaya diri dengan bisnis bumbu rendangnya, pak Asnur Bahar berencana untuk meningkatkan bisnisnya.

Tepat pada tanggal 1 Februari 2019, pak Asnur dan istrinya membuka sebuah restoran Padang dengan nama yang sama dengan bisnis bumbunya, Rendang and Co. Lokasi restoran ini berada di jalan 51st, 5083E, Tulsa, Oklahoma.

Sekilas Tentang Rendang and Co.

Selaras dengan misinya untuk memperkenalkan makanan Indonesia di Amerika, Pak Asnur memang banyak memfokuskan pada menu-menu populer khas nusantara.

Selain menu makanan yang berasal dari Padang yang merupakan tempat kelahirannya, Rendang and Co juga membawa menu-menu dari daerah lain.

Beberapa menu yang populer hampir di seluruh wilayah Indonesia seperti Martabak telur, bakso bakar, bakwan jagung, hingga sate ayam turut dihadirkan di sini.

Untuk lini masakan Padang, Rendang and Co menyajikan menu andalan seperti Ayam Gulai, Dendeng Balado, dan tentu saja Rendang.

Meski menyajikan masakan yang identik dengan lidah Indonesia, namun harga yang tertera berbeda dengan harga restoran tanah air umumnya.

Untuk satu porsi Rendang di sini, Rendang and Co mematok harga sebesar $ 11,95 atau sekitar 168 ribu rupiah kurs sekarang.

Selain masakan Indonesia, pak Asnur juga turut mengembangkan UKM lain.

Beberapa diantaranya adalah bisnis bumbu yang masih setia dijalankannya yang bernama Hikmah Fajar. Selain itu pak Asnur juga turut mengusahakan bisnis kopi Indonesia yang diberi nama Coffee by Kopi Ketjil

baca juga

Editor’s Choices

1000 Ide Bisnis UKM Modal Kecil

Daftar 600 Bisnis Franchise

800 Jenis usaha yang menjanjikan Dengan Modal Kecil

Mendapat Apresiasi dari Masyarakat Setempat

Rupanya restoran Rendang and Co milik Asnur ini turut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

Seperti ditelusuri dari situs TripAdvisor yang merupakan situs penilai tempat wisata, Restoran Rendang and Co ini mendapat mayoritas review yang positif.

Salah satu pengunjung situs bahkan mengatakan bahwa Nasi Padang dari Rendang and Co memiliki rasa yang unik.

Tidak hanya Trip Advisor, restoran Rendang and Co juga turut memenuhi laman-laman siitus penilai lainnya.

Situs penilai Yelp.com misalnya memberi total rating 4,5 dari 5 untuk Rendang and Co.

Beberapa situs penilai lain juga menunjukkan bagaimana masyarakat setempat mulai tertarik dengan beberapa masakan Indonesia.

Seperti misalnya Jane David yang mengaku menjadi penggemar Soto Ayam sejak berkunjung ke Rendang and Co.

Melihat berbagai sambutan hangat ini, keinginan pak Asnur untuk mengenalkan masakan Indonesia kepada masyarakat negara tempat tinggalnya cukup berhasil.

Seperti misalnya Jane David yang mengaku menjadi penggemar Soto Ayam sejak berkunjung ke Rendang and Co.

Melihat berbagai sambutan hangat ini, keinginan pak Asnur untuk mengenalkan masakan Indonesia kepada masyarakat negara tempat tinggalnya cukup berhasil.

Turut Bergerak Membangun UKM Diaspora

Selain menjadi diaspora yang berhasil menempati posisi penting di bisnis negara tinggalnya, pak Asnur juga dianggap sebagai sosok yang berkontribusi terhadap perkembangan UKM para Diaspora.

Dalam acara rutin kumpul-kumpul diaspora di KJRI Houston, pak  Asnur diberi kesempatan membagikan kisah suksesnya tersebut.

Bersama dengan pak Asnur, hadir pula diaspora wirausahawan lain seperti Ibu Fifi Manan dan pak Robert Manan pemilik restoran Wind (Wonderful Indonesia).

Turut hadir dalam acara tersebut adalah staf khusus kementerian UKM dan motivator ulung, Hermawan Kertanegara, pejabat kota Houston hingga perwakilan FDA (Food and Drug Association) yang merupakan BPOM di sana.

Acara tersebut diramaikan  demo memasak ala “Fine Dining” oleh Chef Yono. Sekedar informasi, chef Yono juga merupakan inisiator wirausaha di sana. Ia membuka restorannya sendiri di daerah Albany, New York.

Pada acara itu, pak Hermawan memberikan apresiasi atas semangat pak Asnur untuk berwirausaha di negeri diaspora. Salah satu apresiasi tersebut adalah menjadikan tanggal 1 Februari, tanggal berdirinya Rendang and Co sebagai hari kebangkitan kuliner Indonesia di Amerika.

baca juga

    Tidak hanya itu, tidak tanggung-tanggung pak Hermawan bersama dengan Kementerian UKM juga menitipkan pesan harapan kepada pak Asnur.

    Pak Asnur dititipkan tugas untuk menjadi fasilitator bagi para istri pegawai perusahaan minyak yang ada di Houston.

    Dengan jaringan yang dimilikinya, Pak Asnur diharapkan dapat menjadikan istri dari sesama pegawai perusahaan minyak di Houston untuk menggerakan produk-produk UKM Indonesia.

    You May Also Like